KABAR MADURA | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Abd Hamid Ali Munir akhirnya muncul menjadi penantang petahana. Dia mengaku berani menantang petahana pada Pemilihan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 setelah mendapatkan dukungan dari para ulama di Sumenep.
Kiai Hamid mendaftar diri sebagai calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) Sumenep di kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jumat (26/4/2024).
“Karena tidak cukup bagi saya berangkat dari saya sendiri, kami menjumpai para ulama, menjumpai simpul-simpul masyarakat, di situ meminta kami maju di kontestasi Pilkada Sumenep ini,” kata anggota DPRD Sumenep dari daerah pemilihan (dapil) IV itu dengan sangat percaya diri.
Dengan modal pengalaman 26 tahun di kancah perpolitikan, dia mengaku sudah banyak belajar untuk mewujudkan pemilihan yang sehat khususnya di Sumenep ini.
Pilihan mendaftar ke DPC PKB Sumenep, karena partainya sendiri. Selain itu, PKB juga berhak mencalonkan bupati dan wakil bupati secara mandiri. Sebab, pada pemilihan umum legislatif atau pileg lalu, PKB berhasil memperoleh 10 kursi DPRD Sumenep.
Dia juga memastikan tidak akan mendaftar ke partai politik (parpol) lain. Kesetiaannya hanya kepada PKB karena jadi tempat di mana dia berkadar dan membesarkan namanya.
Meski demikian, dia pasrah terhadap keputusan partai, karena hal ini merupakan bagian dari etika dalam berpolitik. Tetapi dia berharap partainya tetap percaya atau merekomendasi dirinya untuk maju Pilkada 2024 ini.
“Saya ditakdirkan untuk mendaftar dua, baik cabup dan cawabup, karena yang akan menilai adalah partai, jadi tidak ingin mendahului partai,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPC PKB Sumenep Syaiful A’la membenarkan kader partainya itu mendaftar sebagai bacabup dan bacawabup Sumenep untuk Pilkada 2024.
“Beliau daftar cabup dan cawabup Sumenep untuk Pilkada serentak 2024,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





