KABAR MADURA | Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Madura (LP3M) menggelar Forum Diskusi Khusus (FDK), Jalan P. Trunojoyo Nomor 253 Pamekasan, Jumat (16/5/2025). Terdapat 15 pokok hasil diskusi yang dihadiri Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto tersebut.
Pertama, komitmen dari FDK adalah cinta Pamekasan. Pamekasan diharapkan lebih baik dan lebih maju dari sebelum-sebelumnya.
Kedua, FDK mengkaji dan memberi masukan terhadap program-program strategis bupati dan wakil bupati secara akademis dan profesional, dan merumuskan program-program baru yang berdasar pada kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
Ketiga, FDK dilaksanakan tiap bulan, Juni 2025 dilaksanakan di pendopo bupati. Bulan Juli 2025 dan seterusnya dilaksanakan di rumah dinas wabup.
Keempat, program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Pamekasan dalam penataan dan pembinaan PKL di Tapsiun, Food Colony, Sae Salera-Jalan Niaga, Jalan Dirgahayu dan lain-lain terus akan dilakukan. Sedang penataan kota akan memfungsikan trotoar.
Kelima, adanya berita di media bahwa Arek Lancor akan dibuka lagi untuk PKL, sebenarnya itu masih wacana dan masih akan dikaji oleh Tim Pemkab Pamekasan
Keenam, UMKM perlu terus digerakkan dan dikembangkan, agar tiap rumah tangga punya penghasilan meski hanya Rp5 ribu per hari dan perlunya pemerataan teknologi bagi UMKM.
Ketujuh, penataan desa perlu juga dilakukan dan ada warna khas yang seragam untuk semua kantor desa di Kabupaten Pamekasan.
Kedelapan, ke depan perlu terus digalakkan Sarjana Come Back to Village agar desa-desa di Kabupaten Pamekasan terus berkembang dan maju.
Kesembilan, program-program bidang pertanian harus sesuai dengan kebutuhan petani dan tepat sasaran.
Kesepuluh, program bozem dan embung-embung merupakan alternatif untuk mengatasi kekurangan air untuk pertanian dan mengatasi masalah banjir di Pamekasan.
Kesebelas, sektor pendidikan, lebih berfokus untuk pendidikan yang lebih maju, mengajak masyarakat untuk lebih bergairah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di samping itu, guru akan diusahakan dan diprioritaskan bekerja menyesuaikan dengan domisili.
Keduabelas, sektor kesehatan, akan dilakukan pembinaan dengan mengumpulkan seluruh kepala rumah sakit di Pamekasan. Tujuannya, agar sektor kesehatan lebih maju dan tidak terjadi persaingan tidak sehat antarrumah sakit yang ada di Pamekasan.
Ketigabelas, dokter di RSUD Waru, sebagian besar pulang ke kota sehingga berdampak terhadap pelayanan ke pasien. Solusinya: (a) Dokter-dokter disiapkan rumah dinas yang layak; (b) Siswa lulusan SLTA yang berprestasi di Pantura dibiayai Pemkab untuk kuliah kedokteran, sehingga setelah lulus jadi dokter harus kembali ke wilayah Pantura.
Keempatbelas, perlunya revitalisasi pasar agar lebih bagus dan manejemen yang terarah dengan mengkonsep ulang tata letak pasar, meskipun tanpa memperbarui bangunan yang ada. Di samping itu, manajemen pasar mengurangi angka kejahatan yang ada di pasar.
Terakhir, Kabupaten Pamekasan paling sedikit punya BUMD. Atas hal itu, ke depan perlu ada BUMD, misalnya punya Bank.
Sebagai perwakilan dari jurnalis yang dilibatkan dalam forum itu, Mohammad Khairul Umam menitikberatkan pada pentingnya berita kritis terhadap kebijakan publik agar tidak hanya dibaca.
Tapi, tegas Redaktur Kabar Madura dan Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan itu, pemegang kebijakan diharapkan dapat langsung menindaklanjutinya.
“Poinnya adalah kebijakan pemerintah mesti terus didorong buat kepentingan rakyat,” tegas Irul—panggilan akrab Mohammad Khairul Umam.
Selain Bupati Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto, FDK tersebut juga diikuti Dr. Ghazali, SE, MM, Dr. Muhsi, ST, MT, Mahfud, S.M, Suparman,S.pd, Mohammad Khairul Umam, M.pd, Achmad Hamdan Ghafuro, M.E, Saiful Bahri, SP, dan Drs. Surosi, MM, MBA sebagai moderator. (nam)





