Mas Kiai Menilai Kepentingan Sumenep Dikorbankan untuk Pamekasan

Headline, Politik569 views

KABAR MADURATidak menentunya nasib Kiai Ali Fikri Warist ternyata karena saling tunggu antara Partai NasDem dan PPP. Namun, hingga saat ini Partai Nasdem kian tidak tertarik, karena tidak ada kepastian dari partainya Kiai Ali Fikri Warist, yakni PPP. 

Ketua DPD NasDem Sumenep H. Hosni mengaku sengaja menahan rekomendasi dari partainya hingga saat ini. Tetapi dia menegaskan bahwa kendala tidak memberikan dukungan ke Kiai Fikri lantaran memang saling menunggu untuk mengeluarkan rekomendasi terlebih dahulu. 

“Justru yang tidak jelas kan PPP sendiri, kalau PPP sudah berkomitmen kami pasti dukung,” kata dia. 

Ditanya mengenai kemungkinan rekomendasi yang akan jatuh ke petahana, Hosni masih enggan terbuka. 

“Intinya kami menunggu rekom PPP dulu yang turun,” imbuhnya. 

JJS Kabar Madura

Sementara Ketua DPC PPP Sumenep Kiai Ali Fikri Warist mengaku tetap optimis terhadap rekomendasi dari partainya, karena idealnya partai itu mestinya memperjuangkan nasib kader terbaiknya di daerah.

“Misalnya di Madura ada yang potensi maju, seperti di Bangkalan, Sampang, dan daerah lain, mestinya terus didukung,” paparnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah itu setengah membenarkan terkait anggapan publik bahwa rekomendasi untuk dirinya ditukar dengan kader PPP di Pamekasan. 

Kiai muda yang akrab dikenal Mas Kiai itu mengaku tetap berpikir positif terhadap DPP PPP yang selama ini dianggap sebagai orang tua, yang tentunya juga berpikir global se-Indonesia. 

“Tapi kan kemudian dari analisa banyak orang selama ini, ya karena kepentingan PPP yang di Pamekasan membanter dan mengobarkan dari Sumenep,” pungkasnya. 

Sedangkan alumni senior Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, A. Kurdy Khan, yang juga selaku loyalis Mas Kiai mengaku masih belum bisa menentukan sikap terkait ketidakjelasan nasibnya masuk bursa Pilkada Sumenep.

“Masih belum menentukan sikap sejauh ini, kita menunggu juga,” paparnya. 

Pewarta: Moh. Razin 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *