Mayoritas Pasar di Pamekasan Buang Limbah di Selokan, Tidak Punya IPAL

KABAR MADURA | Dari 13 pasar tradisional di Pamekasan, baru satu yang memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pembuangan limbah air dari pasar yang lain langsung ke selokan atau penampungan air kotor.

“Karena mungkin keterbatasan anggaran juga, apalagi sekarang ada efisiensi,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi terkait belum ada kelengkapan IPAL di semua pasar, Kamis (27/2/2025).

Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait yang bertanggung jawab atas persoalan lingkungan agar pengadaan IPAL itu bisa dipenuhi. Handiko juga mengklaim selama ini tidak ada keluhan IPAL dari warga sekitar.

Baca Juga:  Dua Remaja Asal Waru Pamekasan Tewas saat Kecelakaan Tunggal di Jalur Tagangser Daya

“Kalau dilihat dari sisi lingkungan, pasar itu kan tidak terlalu dekat dengan perkampungan, jadi pembuangan air kotornya agak jauh, itu kan cuma ikan aja, anggap di zona basah, tidak mengganggu ke zona-zona yang lain. Seperti zona konveksi yang tidak terdampak,” dalih Handiko terkait dampak pasar tanpa IPAL. 

Sayangnya, pengadaan IPAL pasar tersebut tidak memungkinkan diusulkan dapat anggaran di tahun 2025 ini. Saat ini masih fokus pada revitalisasi pasar terlebih dulu.  

Semetara itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Faridi menyampaikan, pemenuhan terhadap pelayanan publik di pasar harus terkoordinasi dengan baik, terlebih bisa koordinasi dan kerja konkrit lintas OPD.

Baca Juga:  Semangat Raden Ajeng Kartini Dikenalkan Sejak Dini, Duta Kampus Unira Gelar Lomba Mewarnai di Pamekasan

“Intinya harus ada koordinasi yang konkrit dan bisa melibatkan OPD terkait,” demikian pesan dan harapan dia. (rul/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *