KABAR MADURA | Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan terus menuai sorotan publik. Kali ini, dugaan susu tidak layak konsumsi diterima siswa di SDN Sentol 2, Kecamatan Pademawu, Selasa (14/4/2026).
Informasi itu mencuat setelah beredarnya video berdurasi sekitar satu menit enam detik. Dalam rekaman itu, perekam memperlihatkan kondisi susu yang tampak berisi sesuatu menyerupai ulat.
Salah satu tenaga pendidik yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pihak sekolah langsung bergerak cepat begitu mengetahui kejadian tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan pada siswa.
Menurutnya, laporan segera disampaikan kepada pihak penyedia, yakni SPPG Kemala Bhayangkari, serta instansi terkait agar penanganan bisa segera dilakukan.
“Kami segera berkoordinasi dengan pihak dapur. Langkah ini tidak ada maksud lain, semata-mata agar program bisa dievaluasi dan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Pamekasan Sukriyanto menegaskan, pihaknya akan menelusuri kasus tersebut, termasuk meminta klarifikasi dari penyedia untuk mengetahui penyebab pasti dugaan susu basi dan berulat.
“Kami siap menindaklanjuti persoalan ini. Kira-kira kenapa susu ini bisa basi,” tegasnya.
Sedangkan, Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Pamekasan Moh. Ilham Efendy belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Kabar Madura telah berupaya mengonfirmasi yang bersangkutan melalui telepon dan pesan WhatsApp, namun belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan. (nur/zul)





