Pagar Roboh, Kerapan Sapi Sumenep Makan Korban Jiwa

KABAR MADURA|Insiden pagar roboh menjadi tragedi berdarah dalam gelaran Lomba Kerapan Sapi “Pakar Sakera” yang memperebutkan Piala Bupati Cup 2025, Minggu (22/6/2025).

Insiden pagar pembatas di sisi timur Lapangan Giling, Desa Pangarangan, roboh dan menimpa sejumlah penonton. Akibatnya, satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka serius.

Pagar yang runtuh diketahui merupakan tembok lama setinggi 4 meter dan sepanjang 25 meter, yang kondisinya sudah miring dan rapuh jauh sebelum acara digelar. Namun, tidak ada perbaikan atau penguatan dari pihak penyelenggara maupun instansi teknis.

Korban meninggal dunia adalah Sueb, warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih. Pria 60 tahun itu sempat dirawat di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.40 WIB.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Ajak ASN dan Warga Kenakan Peci Hitam Selama Bulan Bung Karno

Sementara tiga korban lainnya, yakni Aldi (35 tahun), Sudahnan (55 tahun), dan Ahmad Baidi (40 tahun), masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius, mulai dari patah tulang hingga robek di bagian kaki.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ironisnya, meski tragedi ini menyisakan duka mendalam, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep baru akan meninjau lokasi pascakejadian.

Kepala Disbudporapar Sumenep Moh Iksan mengaku  menjadwalkan tinjauan bersama kepala dinas PUTR dan Bappeda Sumenep besok pagi, Senin (23/6/2025) atas perintah bupati Sumenep.

“Insya Allah besok pagi kadis PUTR, Budporapar, dan Bappeda diperintah Bapak Bupati (Bupati Sumenep Achmad Fauzi) untuk langsung turun ke lapangan,” kata Moh Iksan melalui pesan singkat.

Baca Juga:  Seleksi SonGENnep FC Diikuti 86 Pemain, Bidik Talenta Lokal untuk Liga Nusantara Jatim 2026

Kurang terawatnya kondisi pagar sisi timur yang runtuh berbatasan langsung dengan Masjid Al-Muhajirin. Menurut keterangan Humas Polres Sumenep, memang sudah miring, sehingga pada saat kejadian, penonton membeludak dan sebagian besar menaiki tembok untuk mendapat posisi menonton yang lebih jelas.

“Memang agak miring itu sejak awal, tetapi tetap ditempati, sehingga pas ambruk itu menimpa penonton yang ada di bawah,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *