KABAR MADURA | Dana bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk puskesmas di Sumenep dianggarkan Rp5 miliar. Anggaran itu untuk kegiatan/operasional pada masing-masing puskesmas.
“Dana BOK Rp5 miliar ini, untuk kegiatan saja, sasaranya pada 30 puskesmas, serta 15 desa yang masuk lokus stunting,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep Desy Febryana, Rabu (12/6/2024).
Anggaran BOK tahun ini lebih kecil dari tahun sebelumnya yang tembus Rp8 miliar. Meski demikian, hal itu dinilai tidak menjadi masalah, karena akan diupayakan kegiatannya tetap menyentuh masyarakat. Kegiatan tersebut untuk ibu hamil (bumil) dan balita stunting.
Kegiatan itu akan memberikan makanan yang sehat, nantinya sebanyak 30 puskesmas di Sumenep mendata siapa saja yang masuk atau yang bisa mendapatkan makanan bergizi itu.
“Saat ini masih proses pendataan, tentunya itu disesuaikan dengan anggaran yang ada,” kata mantan kepala Puskesmas (Kapus) Rubaru ini.
Wanita yang juga pernah menjabat sebagai kapus Batuan ini menambahkan, pendataan sementara untuk bumil dan balita yang sudah mendapatkan makanan bergizi adalah di Desa Tambak Sari Kecamatan Rubaru, Desa Desa Pakamban Laok Kecamatan Pragaan, Desa Medelan Kecamatan Lenteng, selebihnya masih proses pendataan.
“Masing-masing puskesmas mendata pada daerah mana yang berhak mendapatkan makanan bergizi,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Nurus Salam berharap dana BOK dipergunakan sebagaimana mestinya. Pendataan untuk kegiatannya juga harus tepat sasaran.
“Pelaksanaannya perlu dipercepat, karena saat ini sudah masuk pertengahan tahun 2024,” kata dia.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





