Pengamat Politik: Harus Sediakan Uang Bensin agar Pemilih Nyoblos

Pilkada63 views

KABAR MADURA | Meski pelaksanaan Pilkada Sumenep 2024 berpotensi bumbung kosong atau calon tunggal, untuk meningkatkan partisipasi pemilih, dinilai tetap membutuhkan biaya politik.

Pengamat Politik Sumenep Wildan Rosaili mengatakan, untuk meningkatkan kehadiran masyarakat ke tempat pemilihan suara (TPS) memang dibutuhkan meski hanya sekadar uang bensin.

“Nah kalau calon tunggal, dana politik tetap dibutuhkan tapi mungkin jumlahnya tidak banyak, ganti transportasi dan jajan,” kata dia.

Menurut salah satu dosen di Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep itu, jika tidak demikian, maka sulit bagi masyarakat untuk datang ke TPS untuk menentukan pilihan. Sebab, jika tidak ada calon atau calon tunggal, maka geliat masyarakat itu berkurang.

Pria asal Kecamatan Gapura itu juga mengutarakan, memang ada batasan politik uang yang dibolehkan, yang terpenting jumlah tersebut tidak melampaui batasan yang ditentukan.

“Ya batasannya hanya cukup untuk bensin saja, tetapi sebaiknya masyarakat tetap menentukan pilihan meski tidak ada calon yang memberi uang, kesadaran itu harus dibangun,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua Bawaslu Sumenep Subaidi menyampaikan bahwa memang ada batasan maksimal untuk tidak masuk dalam kategori politik yang dilarang. Sebab, masyarakat harus mempunyai kesadaran bahwa politik uang yang berlebihan tidak baik untuk penataan kepemimpinan setelah pemilihan itu.

“Misalnya berupa barang seperti kaos, itu sudah ada ketentuannya,” paparnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *