KABAR MADURA | Pengamat politik di Sumenep Mohammad Hidayaturrahaman menyampaikan, sosok Kiai Ali Fikri Warits masih berpeluang menang dalam Pilkada Sumenep 2024, dengan salah satu syarat menggunakan wakil dari kepulauan.
Namun, secara spesifik Dosen Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep itu masih belum menyebutkan sosok ideal tersebut.
“Perlu mencari tokoh dari kepulauan, yang merupakan tokoh profesional seperti pengusaha yang punya dana besar,” kata dia, Selasa (2/7/2024).
Meski sejauh ini masih belum ada kepastian rekomendasi, Kiai Ali Fikri selaku sosok calon bupati, masih besar potensi untuk masuk bursa Pilkada Sumenep 2024.
“Masih berpeluang, dan calon lain seperti Achmad Fauzi baru dapat dari PAN, partai lain kan masih belum keluar rekomnya, jadi tetap berpeluang,” tegasnya.
Kendati seperti itu, dia sangat berharap Kiai Ali Fikri Warits yang merupakan salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah itu bisa maju mencalonkan diri, paling tidak menunjukkan demokrasi di Sumenep masih ada dan hidup.
Terlebih lagi sosok Kiai Ali Fikri Warits adalah tokoh agama yang masih muda, dan bisa memberi alternatif gagasan dan program terhadap pembangunan di kabupaten paling timur Pulau Madura ini, terutama pembangunan sumber daya manusia di Sumenep yang 60 persen didominasi warga milenial.
“Mungkin sekarang warga perlu dengar juga gagasan beliau tentang hal ini, tidak hanya baliho dan poster yang dipajang di sepanjang jalan. Supaya warga Sumenep tahu gagasan apa yang ditawarkan ke publik,” pungkasnya.
Sekretaris Desk Pilkada Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Sumenep Asyari Muthar menyampaikan, hingga saat ini masih belum begitu percaya diri, meski komunikasi dengan beberapa partai lain sudah dilakukan.
Apalagi memang dari partainya sendiri, masih belum ada kepastian rekomendasi bakal turun ke siapa. Sebab saat ini masih proses pembahasan di pusat.
“Masih dibahas oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP. Kami di DPC Sumenep masih menunggu juga. Semoga dalam waktu dekat keluar, termasuk surat tugasnya,” paparnya.
Pewarta: Moh.Razin
Redaktur: Sule Sulaiman





