KABAR MADURA |Gelombang penolakan terhadap rencana survei seismik 3D di wilayah perairan Pulau Kangean, Sumenep, kian menguat. Puluhan massa yang tergabung dalam Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya menggelar demonstrasi di depan kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Surabaya, Rabu (16/10/2025).
Aksi ini merupakan puncak dari akumulasi penolakan keras masyarakat Kangean terhadap aktivitas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Kangean Energy Indonesia (KEI) yang berencana melakukan survei seismik 3D di perairan mereka.
Massa menilai kegiatan tersebut berpotensi mengancam kelestarian ekosistem laut, ruang tangkap nelayan, dan masa depan kehidupan masyarakat pesisir.
“Laut Kangean adalah jantung kehidupan kami. Ia bukan sekadar sumber pangan, tapi warisan leluhur. Aktivitas seismik dengan gelombang kejut itu bisa mematikan biota laut dan mengusir ikan,” tegas salah satu orator aksi dari MPR Madura Raya.
Dalam aksinya, MPR Madura Raya mengajukan empat tuntutan utama kepada SKK Migas Jabanusa di antaranya hentikan dan batalkan permanen seluruh kegiatan survei seismik 3D oleh PT KEI di perairan Kangean.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi menolak eksploitasi yang abai terhadap keselamatan rakyat dan lingkungan. Pulau kecil seperti Kangean tidak boleh dijadikan korban eksperimen industri migas,” tegas koordinator aksi di tengah orasi.
MPR Madura Raya juga menyinggung potensi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, yang melarang kegiatan ekstraktif merusak lingkungan di wilayah pulau kecil.
“Pemerintah jangan tutup mata. Aktivitas seismik ini jelas berisiko tinggi bagi pulau kecil seperti Kangean. Ini bukan hanya isu lokal, tapi isu keadilan ekologis nasional,” ujar salah satu perwakilan massa.
Menanggapi aksi tersebut, Hadi, selaku Relation Officer PT KEI, menyatakan bahwa kegiatan yang direncanakan masih sebatas tahap survei, bukan eksploitasi.
“Kita masih pada tahap survei, belum sampai eksploitasi,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Farid, perwakilan dari Departemen Forkom SKK Migas Jabanusa, menjelaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap pemetaan (mapping) dan belum melakukan aktivitas eksplorasi langsung.
“SKK Migas tidak langsung melakukan eksploitasi. Saat ini masih proses mapping lokasi sebagai langkah awal,” jelasnya. (ara/waw)





