KABAR MADURA | Tahapan persiapan akreditasi laboratorium lingkungan (lapling) cukup panjang. Hingga kini, masih ada beberapa tahapan yang belum rampung dilakukan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Perencanaan, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Farhatin Syaifillah mengatakan, pengajuan akreditasi laboratorium itu dipastikan tidak bisa terealisasi tahun ini. Sebab proses persiapannya masih panjang.
“Nanti itu masih ada uji banding, uji profisiensi, dan lain-lain. Itu ada jadwalnya, tidak bisa langsung melakukan uji,” ungkap Farhatin Selasa (5/11/2024).
Kendati tidak memungkinkan untuk mengajukan akreditasi tahun ini, pihaknya memastikan tahapan persiapannya akan selesai pada akhir tahun ini, seperti pelatihan-pelatihan yang harus dipenuhi, dan tahapan lainnya. Sehingga bisa diajukan pada awal tahun 2025.
Sejauh ini, kata Farhatin, dari 10 pelatihan yang harus terpenuhi, masih tersisa enam hingga tujuh pelatihan yang belum dilakukan. Hal itu terjadi dikarenakan pelatihan yang dimaksud berkenaan dengan kelengkapan alat dan bahan laboratorium. Sehingga, tidak bisa serta merta langsung merealisasikannya.
“Sementara ini sudah ada beberapa alat dan bahan lab yang memang sudah datang,” tambahnya.
Farhatin juga tidak menampik bahwa pihaknya minim sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola laboratorium. Menurutnya, seharusnya SDM yang harus terpenuhi minimal 8 orang. Namun, saat ini hanya memiliki 5 SDM khusus laboratorium.
Kendati demikian, pihaknya optimistis bisa memaksimalkan pengelolaan laboratorium tersebut, khususnya dalam proses pengajuan akreditasi. Sebab, nantinya laboratorium itu bisa menghasilkan sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Semoga proses akreditasi ini lancar dan dapat tambahan SDM yang memang khusus laboratorium lingkungan,” tutupnya. (nur/zul)





