KABAR MADURA | Program pembangunan penerangan jalan umum atau PJU di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Sampang, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024, diduga bermasalah. Proyek tersebut disebut tidak sesuai rencana dan terindikasi fiktif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Madura, di lapangan hanya terlihat sekitar 20 tiang besi terpasang tanpa lampu maupun jaringan listrik. Padahal, sesuai rencana anggaran biaya (RAB), seharusnya ada 60 unit tiang lengkap dengan lampu dan aliran listrik.
Seorang warga Sampang, Azis Haruna, menyayangkan pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, proyek PJU di Desa Marparan tidak dikerjakan sesuai spesifikasi sehingga berpotensi merugikan keuangan negara dan merugikan masyarakat karena penerangan jalan tidak bisa difungsikan.
“Hingga sekarang yang terpasang hanya tiang tanpa lampu dan kabel. Ini jelas sangat merugikan masyarakat. Kami akan melayangkan pengaduan dugaan penyelewengan proyek PJU di Desa Marparan ini ke Polres Sampang,” tegas Azis, Rabu (17/9/2025).
Dia menjelaskan, dugaan pelanggaran hukum dalam kasus ini mengacu pada Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan dugaan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara. Selain itu, juga dapat dikenakan Pasal 3 dan Pasal 8 UU Tipikor terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan maupun penggelapan dalam jabatan.
“Kami meminta Polres Sampang segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, serta melakukan penyelidikan terhadap proyek PJU Desa Marparan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Sudarmanto, mengaku sudah meminta pihak kecamatan setempat untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.
“Langsung konfirmasi ke camatnya saja, Mas,” singkatnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Sreseh, Arif Purna Hermawan, membenarkan adanya dugaan masalah pada proyek PJU tersebut. Dia menyebut, pihak kecamatan sudah memberikan teguran dan laporan kepada Inspektorat.
“Hari Kamis ini, pihak Inspektorat akan turun langsung ke lokasi,” ungkapnya. (sub/waw)





