Rektor UTM: “KEK Tembakau Harus Jadi Terobosan Nasional untuk Industrialisasi Madura”

KABAR MADURA | Bangkalan — Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., memberikan sambutan tegas dan reflektif dalam Seminar dan FGD KEK Tembakau yang diselenggarakan Komunitas Muda Madura (KAMURA) di UTM Bangkalan, Selasa (17/11/2025).

Dalam sambutannya, Prof. Safi’ menyampaikan kegelisahan atas stagnasi pembangunan Madura selama bertahun-tahun.

“Saya tidak tahu kenapa Madura tidak beranjak naik. Berat sekali rasanya. Apakah karena kutukan leluhur atau ada yang salah dari kebijakan negara? Kita harus terus mengikhtiarkan agar Madura tidak dilupakan pemangku kebijakan.”

Ia menegaskan bahwa forum ini sangat penting karena menyentuh persoalan ekonomi yang paling mendasar di Madura: tataniaga dan hilirisasi tembakau.

Baca Juga:  Rektor UTM Dukung Kabar Madura Terus Berkembang sebagai Media Edukatif dan Kredibel

“Ini gagasan luar biasa dari KAMURA dan BEM UTM. Kami bangga UTM menjadi tuan rumah untuk mengurai persoalan Madura, khususnya dari sisi ekonomi tembakau. Minimal, kegiatan ini memastikan Madura tetap dalam radar kebijakan nasional.”

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menurut Prof. Safi’, sudah sewajarnya seluruh bahan baku dari Madura diproses dan memiliki nilai tambah di Madura sendiri.

“Saya ingin tidak hanya tembakau, tapi seluruh bahan baku dari Madura—garam, sapi, pertanian—hilirisasinya ada di Madura. Dengan begitu, manfaat ekonominya kembali ke masyarakat.”

Ia menyerukan agar KEK Tembakau tidak hanya berisi UMKM semata. “KEK itu jangan hanya UMKM. Harus ada industri besar, tapi jangan mematikan yang kecil. Industrinya harus lengkap dan menyerap tenaga kerja Madura.”

Baca Juga:  KEK Tembakau Dinilai Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Madura

Rektor juga menilai bahwa gagasan KEK Tembakau adalah momentum untuk memperbaiki kebijakan tata ekonomi Madura secara komprehensif.

“Ini harus menjadi terobosan nasional. Tidak bisa Madura terus berada di barisan paling belakang dalam indikator-indikator ekonomi.”

Menurutnya, UTM siap menjadi pusat riset dan pengetahuan bagi industrialisasi Madura.

“UTM siap menjadi pusat gagasan, pusat riset, dan pusat kebijakan untuk Madura. Kita bersama-sama mengawal agar KEK Tembakau benar-benar terwujud.”

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *