Pemkab Pamekasan melalui Disporapar mulai mematangkan konsep wisata halal dengan menyusun regulasi dan roadmap. Program ini diproyeksikan menjadikan Pamekasan sebagai Gerbang Wisata Halal Madura.
Pondok Pesantren
Hardiknas: Saatnya Pamekasan Menjadi Pusat Pendidikan Sains, Budaya, dan Nilai Islam
Hari Pendidikan Nasional tidak seharusnya berhenti sebagai seremoni. Bagi Pamekasan, Hardiknas adalah momentum untuk bertanya: setelah lama dikenal sebagai kabupaten pendidikan, arah khas apa yang hendak ditawarkan daerah ini?. Pamekasan memiliki modal yang kuat. Sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, budaya Madura, dan kehidupan keislaman tumbuh dalam satu ruang sosial. Modal seperti ini tidak dimiliki semua daerah. Karena itu, Pamekasan tidak cukup hanya dikenal sebagai daerah dengan banyak lembaga pendidikan. Pamekasan harus berani tampil sebagai pusat gagasan pendidikan. Salah satu arah paling relevan adalah menjadikan Pamekasan sebagai pusat pendidikan yang mengintegrasikan sains, budaya, dan nilai keislaman.
Haji Her Buka-bukaan Uraikan Perputaran Dana Tembakau, Singgung Peran Pesantren Sejahterakan Petani
Pengusaha tembakau Haji Her ungkap perputaran dana miliaran rupiah dari pesantren dan pengusaha untuk stabilkan harga dan sejahterakan petani Madura.
Ponpes Panyeppen Pamekasan Kebakaran, Bupati Sampang Kerahkan 2 Armada Damkar
Ketua Gen Z Pamekasan Misbahol Munir mengaku takjub atas gerak cepat H. Slamet Junaidi. Menurutnya, bupati Sampang benar-benar punya ruh ideologis dengan pondok pesantren.
Bupati Sampang Ajak Santri Teladani Semangat Juang Ulama di Hari Santri Nasional 2025
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan dan meneladani perjuangan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia mengajak para santri untuk terus berperan membangun Sampang yang religius, hebat, dan bermartabat.
Badko HMI Jatim Kecam Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Kiai dan Pesantren
Badko HMI Jawa Timur mengecam keras tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan kiai dan pesantren, sementara KPID Jatim menyoroti adanya unsur SARA serta dugaan pelanggaran etika penyiaran dalam program tersebut.
PGMNI Jatim: Tayangan Salah Satu Televisi Nasional Rugikan Kiai dan Pesantren
Tayangan dengan judul “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?” di salah satu media nasional dinilai merugikan pesantren. Hal tersebut diungkap oleh Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jatim, Moh. Ali Muhsin.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












