Pengurangan risiko bencana alam, khususnya banjir dan longsor, tidak dapat hanya bertumpu pada teknologi infrastruktur atau mitigasi fisik semata. Akar kerentanan bersifat ekologis, sosial, psikologis, sekaligus etis, sehingga solusi yang efektif harus mengintegrasikan teoekologi, kesatuan nilai teologis–etis, ekologi, dan konservasi dengan ekonomi sirkular sebagai kerangka praksis dalam membangun ulang relasi manusia–alam.
universal
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





