KABAR MADURA | Suasana religius dan penuh kekhusyukan sangat terasa di kampus Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, yang dikemas dalam bentuk pengajian, Jumat malam (6/2/2026).
Kegiatan yang digelar di lingkungan kampus tersebut dihadiri oleh civitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga jajaran pimpinan universitas. Lantunan ayat suci Al-Qur’an membuka rangkaian acara, menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam.
Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menyampaikan peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar sebagai perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kualitas iman dan tanggung jawab moral sebagai insan akademik.
“Isra Mikraj adalah simbol perjalanan spiritual yang luar biasa. Dari peristiwa itu kita belajar bahwa kedekatan kepada Allah SWT harus menjadi fondasi dalam setiap langkah kehidupan, termasuk dalam menuntut ilmu,” ungkap Prof. Rachmad Hidayat.
Dia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan akhlak mulia. Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual menjadi kunci melahirkan generasi unggul yang berintegritas.
“Ilmu tanpa iman akan kehilangan arah. Sebaliknya, iman tanpa ilmu akan lemah. Maka Isra Mikraj mengajarkan kita pentingnya keseimbangan itu,” tuturnya.
Prof. Rachmad juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai inti dari peristiwa Isra Mikraj. Dia menyebut salat sebagai tiang agama sekaligus penguat moral bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.
“Peringatan Isra Mikraj di UNIBA Madura ini menjadi momentum refleksi bersama, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di lingkungan kampus. Dengan semangat religius yang terus dipupuk, UNIBA Madura berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman,” pungkasnya. (ara/waw)





