Jelang Rotasi-Mutasi, Legislatif Soroti Potensi Jual Beli Jabatan di Pamekasan

KABAR MADURA | Rencana rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mendapat sorotan dari Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan H. Lutfi. Dia berpesan, proses mutasi harus sesuai mekanisme regulasi tanpa praktik jual beli jabatan.

Menurutnya, rotasi dan mutasi bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari penataan organisasi agar lebih efektif. Karena itu, penempatan pejabat harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD) serta kemampuan individu yang mengemban jabatan.

“Mutasi jangan hanya berdasarkan uji kompetensi, tapi juga harus melihat rekam jejak dan kinerjanya. Target kerja harus jelas, apalagi di tengah kondisi defisit anggaran,” tegas politisi PKB tersebut, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga:  Bersama BIP Santuni Abang Becak, Bupati Pamekasan Sebut Berbagi di Ramadan Tingkatkan Kualitas Ibadah

Lutfi menilai, potensi praktik jual beli jabatan dalam proses mutasi cukup rentan. Jika hal itu terjadi, maka kualitas birokrasi dipastikan akan menurun dan pelayanan publik ikut terganggu.

“Harapan saya jangan sampai ada jual beli jabatan di Pemkab Pamekasan. Kami akan mengawal proses ini. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami tidak akan segan-segan mengambil langkah tegas,” ujarnya.

JJS Kabar Madura

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menegaskan, rotasi dan mutasi pejabat akan segera ditindaklanjuti. Namun, dia menekankan bahwa prosesnya tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Baca Juga:  Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen, Pemkab Pamekasan Jamin Nasib PPPK Paruh Waktu Aman

“Mutasi itu tidak semudah membalik telapak tangan. Penempatan jabatan harus mempertimbangkan kemampuan, kinerja, dan beban kerja tiap OPD. Prinsipnya, the right man on the right place,” ujarnya.

Bupati menambahkan, ada sejumlah kriteria yang akan menjadi pertimbangan utama. Pertama, kesesuaian keahlian, latar belakang pendidikan, serta keterampilan. Kedua, loyalitas, namun bukan dalam arti dukungan politik masa lalu.

“Sekalipun dulu tidak mendukung, tapi sekarang loyal, itu yang kita lihat,” tegasnya.

Dia berharap proses rotasi dan mutasi dapat segera tuntas agar tidak menghambat kinerja pemerintahan.

“Saya berharap tidak sampai bulan depan sudah bisa selesai,” pungkasnya. (rul/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *