Bantuan Miskin Ekstrem di Sampang Diduga Dipotong, Penerima Mengaku Tidak Terima Utuh

Berita229 views

KABAR MADURA | Penyaluran bantuan bagi warga miskin ekstrem di Kecamatan Pengarengan, Sampang, diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sejumlah penerima manfaat mengaku bahwa bantuan yang seharusnya diterima utuh justru mengalami pemotongan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Salah seorang warga Desa Pengarengan, yang enggan disebutkan namanya, menuturkan bahwa pencairan bantuan dilakukan secara kolektif di kantor kecamatan setempat. Dia mengaku bantuan sebesar Rp1,5 juta yang diterima tidak utuh karena adanya potongan oleh seseorang berinisial Z.

“Saat pencairan di kantor kecamatan kami menerima uang bantuan sebesar Rp1,5 juta, namun dari jumlah itu masih ada pemotongan sebesar Rp400 ribu yang diberikan kepada Z dengan alasan biaya pengawasan,” katanya, Jumat (11/10/2025).

Baca Juga:  Lulusan Ideal FTM dalam Pandangan Praktisi Industri Media

Dia menambahkan, pemotongan itu tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga dirasakan oleh sejumlah penerima manfaat lainnya di desa yang sama.

“Sepengetahuan saya, yang dipotong ada sekitar 10 orang penerima. Mereka diam karena takut namanya dicoret dari daftar penerima bantuan,” ungkapnya.

JJS Kabar Madura

Sementara itu, pihak yang disebut dalam tudingan tersebut, Z, membantah keras adanya pemotongan. Dia menegaskan bahwa seluruh bantuan disalurkan secara penuh tanpa ada pengurangan.

Baca Juga:  Mahasiswa Bangkalan Desak DPRD Evaluasi Kinerja Pemkab

“Jumlah bantuan sebesar Rp1,5 juta diterima utuh oleh KPM, tidak ada pemotongan,” singkatnya.

Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut terkait profesinya di Kecamatan Pengarengan, Z enggan memberikan penjelasan.

Sampeyan dapat nomor WA saya dari siapa, dan dapat informasi dari siapa ada pemotongan bantuan?” tukasnya. (yan/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *