Anggota DPR RI Slamet Ariyadi: KEK Madura Butuh Kolaborasi Para Pemimpin Daerah

Berita, Headline108 views

KABAR MADURA | Guna mempercepat realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dibutuhkan kolaborasi antar pimpinan di Madura. Sinergi tersebut akan berdampak positif terhadap penguatan ekonomi Madura sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai sektor

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Slamet Ariyadi menyampaikan, langkah bersama antara unsur legislatif dan eksekutif menjadi kunci agar pengembangan ekonomi di Madura tidak berjalan parsial serta dapat memaksimalkan potensi lokal.

“Pada prinsipnya saya sebagai legislator dari Madura sangat mendukung adanya kawasan ekonomi khusus. Namun, perlu ada duduk bareng antara legislatif dan eksekutif, khususnya kepala daerah di Madura, agar arah pembangunan ini bisa selaras,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga:  Krisis Energi Global dan Strategi Ketahanan Ekonomi Lokal di Madura

Slamet menilai, selain sektor industri umum, Madura juga memiliki potensi besar pada bidang pertanian, tembakau, dan garam yang perlu mendapat perhatian khusus. Dia menekankan bahwa Madura sebagai Pulau Garam seharusnya mampu menjadikan komoditas tersebut sebagai penggerak ekonomi baru.

“Kami ingin ada pengembangan kawasan industri berbasis tembakau atau garam, karena dua komoditas ini merupakan identitas dan kekuatan ekonomi masyarakat Madura,” tambahnya.

JJS Kabar Madura

Meski kini bertugas di Komisi I DPR RI, Slamet mengaku tetap aktif melakukan advokasi di bidang pertanian, terutama terkait komoditas tembakau. Dia terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan para pelaku industri untuk memperbaiki tata niaga tembakau agar lebih berpihak kepada petani.

Baca Juga:  Prof. AQ: KEK Tembakau Madura Jadi Solusi Penguatan Ekonomi Daerah

“Advokasi terus kami lakukan. Kami dorong agar industri memberikan stimulan kepada petani. Selain itu, kami juga ingin Madura bisa lebih mandiri di sektor pangan, termasuk beras, sebagai bagian dari konsep swasembada yang sedang dikembangkan pemerintah,” pungkasnya. (rul/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *