Buruh Pabrik Hadang Pendemo, Demo Dugaan Rokok Ilegal di Pamekasan Gagal

Berita219 views

KABAR MADURA | Aksi demonstrasi mengenai pengusutan dugaan praktik penjualan rokok ilegal milik PR Subur Jaya (HJS) yang diinisiasi oleh Aspirasi Rakyat Bersatu (A1) Pamekasan, gagal terlaksana pada Selasa (27/1/2026). Gagalnya aksi itu lantaran ratusan buruh rokok HJS lebih dulu turun ke jalan dan menghadang rencana demonstrasi di depan gudang pabrik.

Sebelumnya, A1 telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Polres Pamekasan terkait rencana aksi demonstrasi di depan gudang HJS, Jalan Jokotole, Pamekasan.

Dalam surat itu, A1 menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya dugaan peredaran produk rokok HJS jenis sigaret kretek mesin (SKM) isi 20 batang yang disebut diedarkan menggunakan kemasan sigaret kretek tangan (SKT) isi 12 batang.

Mereka juga menyoroti dugaan praktik penjualan rokok ilegal, khususnya produk Just Mild dan Just Full, yang diklaim beredar luas di pasaran tanpa dilekati pita cukai resmi atau rokok polos.

Baca Juga:  Akibat Utang Rokok Ilegal, Satu Keluarga Asal Jombang Disekap di Bangkalan

Selain itu, A1 menilai aktivitas itu berpotensi menimbulkan kerugian negara serta menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Dugaan penghindaran kewajiban pembayaran cukai dan pajak rokok disebut dapat merugikan pendapatan negara sekaligus merusak tatanan ekonomi bagi pelaku usaha yang taat hukum.

JJS Kabar Madura

A1 juga menyoroti dugaan pelanggaran penetapan harga, karena produk-produk itu diduga dijual jauh di bawah harga jual eceran (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Buruh Pabrik HJS Junaidi mengaku, pihak pabrik tidak mengetahui adanya agenda demonstrasi yang ditujukan ke pabriknya. Pihaknya tidak pernah menerima surat pemberitahuan resmi terkait rencana aksi tersebut.

“Kami tidak tahu apa laporannya ke kapolres tentang rencana yang akan didemokan. Saya hanya menerima laporan bahwa memang ada oknum LSM yang akan demo di pabrik kami,” ujarnya.

Baca Juga:  Tidak Sempat Tarawih karena Kerja? Ketua MWCNU Kamal Sebut Tetap Bisa Raih Lailatul Qadar

Junaidi juga menegaskan kesiapannya menghadapi pihak-pihak yang dinilai berupaya menjelekkan nama PR Subur Jaya (HJS). Dia menyebut, baik buruh pabrik maupun petani juga siap menemui massa aksi apabila demonstrasi tetap dilaksanakan.

Hingga saat ini, Junaidi kembali menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak menerima surat pemberitahuan sedikit pun terkait agenda demonstrasi tersebut.

“Kami hanya mau menghadang apabila ada oknum LSM yang datang ke pabrik kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama tidak menjelaskan penyebab batalnya aksi A1 tersebut saat dihubungi Kabar Madura. Media ini hanya diminta menunggu konfirmasi lanjutan dari pihaknya.

“Masih saya konfirmasi dulu,” singkatnya. (km94/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *