Viral Dugaan Berulat, Hasil Uji Lab Nyatakan Susu MBG SPPG Kemala Bhayangkari Aman Dikonsumsi 

Berita59 views

KABAR MADURA | Hasil uji laboratorium terhadap sampel menu susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pademawu Murtajih 2 Yayasan Kemala Bhayangkari menunjukkan tidak adanya kandungan bakteri berbahaya.

Berdasarkan hasil pengujian, parameter E. Coli pada sampel susu tercatat 0 CFU/gr. Nilai ini berada jauh di bawah ambang batas maksimum, yakni <1,1 CFU/gr. Dengan demikian, sampel susu yang diuji dinyatakan memenuhi standar baku mutu dan tidak menunjukkan adanya indikasi pencemaran.

Selain itu, secara fisik juga tidak ditemukan kontaminasi benda lain yang berpotensi memicu munculnya bakteri berbahaya, seperti cacing, ulat, maupun benda asing lainnya.

“Artinya, sampel menu yang diuji itu hasilnya aman. Tidak ada indikasi pencemaran dan tidak ada temuan kontaminasi benda lain,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifuddin melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Ahmad Syamlan, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga:  Pedagang Pasar 17 Agustus Pamekasan Tetap Dibiarkan Berjualan di Kios Darurat yang Rawan Ambruk

Uji laboratorium ini dilakukan menyusul beredarnya video viral yang menunjukkan menu susu MBG yang diterima siswa SDN Sentol 2, Kecamatan Pademawu, diduga berisi sesuatu yang menyerupai ulat atau cacing. Video itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

JJS Kabar Madura

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Moh. Ilham Efendy menyampaikan bahwa temuan dalam video itu belum dapat dipastikan berasal dari susu, mengingat rekaman diambil saat cairan susu sudah berada di lantai.

Baca Juga:  Perangkat Desa Larangan Tokol Prihatin, Jalan Rusak di Dusun Rombhasan Belum Tersentuh Perbaikan

Dia menjelaskan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada 14 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB melalui video yang beredar di grup sekolah. Setelah menerima laporan, tim langsung turun ke lokasi dengan membawa susu pengganti.

“Setelah ditelusuri, ketika ditanya ke anak-anak (siswa), mereka saling lempar terkait siapa yang benar-benar awal mula menemukan ulat atau cacing tersebut. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang menuangkan susu itu,” ujarnya kepada Kabar Madura, Jumat (17/4/20206). (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *