KABAR MADURA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mencatatkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup progresif dari sektor retribusi pasar pada triwulan pertama tahun 2026.
Berdasarkan data realisasi, sektor retribusi pelataran menjadi penyumbang angka tertinggi dibandingkan sektor lahan los dan kios.
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat peningkatan realisasi PAD dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Insya Allah ada peningkatan. Meskipun dinamika di lapangan sangat tinggi, kami tetap optimis mengejar target yang telah ditetapkan,” ujarnya, Selasa (6/5/2026).
Berdasarkan data yang telah dirangkum, realisasi retribusi pasar di Pamekasan hingga bulan Maret 2026, yakni retribusi pelataran dari target Rp1,9 miliar telah terealisasi sebesar Rp535 juta dengan capaian 28%, kemudian di retribusi lahan los dari target Rp78 juta telah terealisasi sebesar Rp24,6 juta dengan pencapaian 34 persen, dan di retribusi kios dari target Rp1,4 miliar telah terealisasi sebesar Rp257 juta dengan pencapaian 18 persen.
Handiko menjelaskan bahwa mengelola pendapatan dari pasar tradisional memiliki tantangan tersendiri dibandingkan sektor lain. Menurutnya, pendapatan pasar sangat bergantung pada hari pasaran dan kondisi sosial pedagang.
“Dinamika pasar itu tidak bisa disamakan antarbulan atau tahun secara kaku. Ada pasar harian seperti Pasar Gurem, Koto Panjang, dan Blumbungan. Ada juga yang mingguan seperti Pasar 17 Agustus atau Pasar Pakong yang hanya ramai di hari-hari tertentu,” jelasnya.
Selain jadwal pasaran, faktor eksternal seperti cuaca hujan di pagi hari dan ikatan sosial antar pedagang juga memengaruhi jumlah pedagang yang berjualan, yang secara otomatis berdampak pada penarikan retribusi.
Ia juga menambahkan bahwa dalam menghadapi triwulan kedua dan seterusnya, Disperindag Pamekasan akan fokus pada penguatan pengawasan dan peninjauan kembali potensi distribusi di setiap titik pasar. Handiko menyebutkan adanya tren positif dari sektor pasar hewan yang turut mendongkrak pendapatan.
“Kami terus melakukan review masalah distribusi karena aktivitas setiap pasar berbeda-beda. Fokus kami di semester kedua adalah tetap memaksimalkan potensi PAD secara umum agar target tahunan dapat tercapai,” pungkas Handiko. (km96/waw)





