KABAR MADURA | Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melakukan mutasi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), namun beberapa OPD masih dibiarkan kosong.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Suroyo mengatakan, menjelang awal tahun sangat diperlukan adanya penyegaran dengan melakukan mutasi.
“Tetapi tak kalah penting, semua OPD sudah ada kepala definitif, biar kerja lebih maksimal,” kata dia.
Menurutnya, persiapan seleksi dilakukan terlebih dahulu. Sehingga jika sudah matang, maka baru dilakukan mutasi besar-besaran.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiady mengeluarkan surat edaran seleksi terbuka bernomor 03/Pansel JPT.Pratama-SMP/II/2024. Tujuannya, menyaring dan menyeleksi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama.
Pengisian posisi pimpinan OPD itu rencananya dilakukan pada April mendatang, sehingga semua OPD sudah terisi.
”Jadi, lelang atau seleksi untuk mengisi jabatan di OPD-OPD yang masih kosong itu sudah dimulai. Maksimal bulan depan selesai,” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati yang biasa disapa Cak Fauzi itu juga mengatakan, tahapan seleksi tersebut sudah disiarkan melalui dinas terkait, yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep. Semua persyaratan dicantumkan dengan merujuk pada ketentuan yang berlaku.
”Itu sudah tersiar. Harapan kita semua, seleksi ini bisa meningkatkan kinerja Pemkab Sumenep,” tandasnya.
Akhir triwulan pertama, tercatat ada tujuh OPD yang kini dijabat pelaksana tugas (Plt). Untuk OPD dinas, Di antaranya Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinkes P3A), Dinas Komunikasi Dan Informatika (Diskominfo), dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep
Kemudian, Badan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, dan terakhir sekretaris DPRD Sumenep.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





