KABAR MADURA | Dari ujung timur Pulau Madura, langkah kaki M. Wakil, mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Bahaudin Mudhary Madura atau UNIBA Madura melintas jauh hingga ke Negeri Gajah Putih, Thailand. Bukan untuk sekadar melancong, tapi menjalani program internship internasional, bagian dari misi besar UNIBA Madura dalam mendukung internasionalisasi kampus.
Melalui program bertajuk I See Thailand 2025, Wakil dan rekan-rekannya berkesempatan mengajar dan berinteraksi langsung dengan siswa-siswi di tiga sekolah di Provinsi Krabi, Thailand, yaitu Santiwittaya School, Banklongroa School, dan Eakkapap School.
“Kami belajar banyak. Antusias siswa luar biasa, terutama di Santiwittaya yang merupakan sekolah swasta ternama, kedisiplinannya sangat tinggi,” ungkap Wakil.
Tidak sekadar mengajar mata pelajaran, Wakil turut menjadi bagian dari penggerak kegiatan pengembangan kemampuan siswa, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris. Dari kelas speaking, pelatihan motivasi untuk lanjut kuliah, hingga pengenalan lingkungan kampus, semua dia jalankan dengan semangat berbagi.
“Kami ingin membantu mereka tidak hanya berani berbicara dalam bahasa Inggris, tapi juga berani bermimpi untuk kuliah, termasuk di Indonesia,” ujarnya.
Karena beberapa sekolah memiliki asrama, para peserta internship juga menyusun agenda di luar jam pelajaran. Mereka membuka kelas tambahan malam hari, berdiskusi, dan memberi semangat siswa kelas akhir agar memiliki tekad kuat melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas.
Tidak berhenti di ruang kelas, Wakil dan tim juga menggelar sosialisasi tentang UNIBA. Mereka menjelaskan fasilitas, sistem perkuliahan, hingga skema beasiswa untuk mahasiswa asing. Responsnya sungguh luar biasa.
“Beberapa siswa sangat tertarik kuliah di UNIBA. Kami sampaikan juga tentang asrama, visa, dan kemudahan lainnya. Alhamdulillah, kemarin juga sudah dilakukan penandatanganan MoU antara UNIBA dan sekolah-sekolah di sini,” jelasnya.
Langkah itu menjadi bagian penting dari misi Uniba dalam memperluas jejaring internasional sekaligus membuka pintu Madura bagi dunia luar.
Akar budayanya tidak dilupakan, Wakil juga memperkenalkan kebudayaan Madura kepada para siswa dan guru di Thailand. Mulai dari nilai gotong royong, bakti sosial, hingga pengenalan wilayah dan pakaian adat Sumenep, semua dikemas dalam kegiatan edukatif dan menyenangkan.
“Kami kenalkan budaya Madura sebagai bentuk pertukaran nilai. Mereka sangat antusias,” paparnya.
Meski sempat mengalami culture shock, terutama menyaksikan kedisiplinan dan penghormatan tinggi masyarakat Thailand terhadap orang asing, Wakil justru mengambil banyak pelajaran berharga.
“Orang Thailand sangat menghargai tamu, sangat sopan. Kami bahkan diajak mengeksplorasi wisata terbaik di dunia, seperti Koyao Island dan Phi Phi Island, semua difasilitasi penuh,” ucapnya penuh rasa syukur.
Bagi Wakil, kesempatan ini adalah anugerah luar biasa. Dari pulau kecil di ujung Madura, dia kini menorehkan jejak di negeri orang, menjadi simbol semangat pemuda daerah yang mampu mendunia.
“Program ini membuktikan bahwa mimpi anak daerah bisa sejajar dengan dunia luar. Kami bangga bisa membawa nama UNIBA dan Madura ke panggung internasional,” pungkasnya. (ara/waw)





