KABAR MADURA | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan mulai merealisasikan 13 paket pembangunan dan rehabilitasi sistem drainase tahun anggaran 2025. Masuk akhir tahun, baru dua titik yang rampung dikerjakan dan masih 11 paket sisanya dalam tahap pengerjaan.
Kepala Bidang Pengembangan Sistem Drainase PUPR Pamekasan, Khairil Anwar menjelaskan, bahwa seluruh proyek itu telah melalui proses . Dari total 13 paket, dua proyek dibiayai melalui APBD murni, sementara 11 lainnya berasal dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
“Dua paket drainase sudah selesai, 11 paket lainnya masih proses pengerjaan fisik,” paparnya, Senin (1/9/2025).
Adapun dua proyek yang sudah tuntas adalah pembangunan sistem drainase lingkungan Jalan Pamekasan–Beltok dan rehabilitasi sistem drainase perkotaan di Jalan Jokotole. Keduanya masuk dalam program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan.
Total anggaran untuk 13 paket tersebut mencapai Rp1,5 miliar, termasuk biaya konsultan. Besaran anggaran tiap paket bervariasi, ada yang di atas Rp100 juta dan ada yang di bawahnya.
Khairil menambahkan, pada APBD Perubahan tahun ini pihaknya tidak mengajukan tambahan anggaran untuk sektor drainase. Bahkan, justru ada permintaan pemangkasan anggaran.
“Kami tidak mendapatkan tambahan anggaran, kami tidak mengusulkan, justru diminta untuk pemangkasan anggaran,” imbuhnya.
11 proyek drainase yang dalam proses pengerjaan, antara lain pembangunan sistem drainase lingkungan Jalan Gugul–Taroan, Jalan Bukek–Teja Timur, Jalan Tengracak–Sajum, Jalan Tlagah–Bulangan Barat, Jalan Palengaan–Pangerreman, Jalan Kadur–Klompang Timur, Jalan Larangan Dalam–Larangan Luar, Jalan Pademawu Barat–Pademawu Timur, Jalan Tambung–Dasok, serta Jalan Panaguan–Palengaan Laok. Lalu ada rehabilitasi sistem drainase perkotaan di Jalan Bagandan. (rul/ong)





