Pamekasan Dinilai Butuh Satgas MBG

Berita90 views

KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan dinilai membutuhkan keberadaan satuan tugas (satgas). Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Mohammad Alwi.

Menurutnya, satgas MBG akan memperjelas alur koordinasi antarinstansi serta memastikan pelaksanaan program berjalan lebih terarah. Selama ini pemantauan hanya dilakukan terbatas dan bersamaan dengan kegiatan lain.

“Dengan satgas, jelas siapa melakukan apa. Misalnya peran Disdik, Dinkes, dan lainnya bisa turun bersama untuk monitoring ke sekolah,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Terkait insentif bagi penanggung jawab kegiatan (PIC) MBG di sekolah, Alwi mengaku belum menerima informasi resmi.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Prioritaskan Pengentasan 4.700 Anak Tidak Sekolah

“Kalau memang ada tentu menyenangkan,” tambahnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Program MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menjelaskan, pembentukan satgas sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Pamekasan. Namun secara resmi masih menunggu tanda tangan bupati.

“Kabar terakhir, terkait satgas sudah ada di biro hukum,” terangnya.

Dia menambahkan, insentif PIC secara teknis juga menunggu instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Satuan Pendidikan Penyelenggara (SPPG) Khusus Pamekasan Nurul Hidayat menambahkan, informasi terkait insentif sudah disosialisasikan, yakni Rp100 ribu per hari, yang dicairkan setiap sepuluh hari kerja.

Baca Juga:  Dua Saksi Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Diperiksa 2,5 Jam

“Setiap sekolah ditunjuk satu PIC oleh kepala sekolah, kemudian dikoordinasikan ke SPPG. Saat ini ada 13 sekolah dengan 13 PIC,” jelasnya. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *