Pemkab Pamekasan Anggarkan Penambahan Sarpras Sentra PKL, APKLI Pertanyakan Asas Manfaatnya

News80 views

KABAR MADURA | Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan tahun ini menganggarkan penambahan fasilitas di Food Colony Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi di eks RSUD Pamekasan atau di Jalan Kesehatan. Penambahan fasilitas itu diharapkan bisa menunjang kenyamanan pengunjung atau pedagang.

Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Muttaqin mengatakan, fasilitas yang nantinya akan dibangun itu berupa tempat santai bagi pengunjung untuk menikmati aneka makanan di sentra tersebut. Saat ini, sedang dalam tahap persiapan dokumen. Pengerjaan dimungkinkan akan dilakukan bulan ini dengan alokasi anggaran yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Anggarannya tidak sampai Rp200 juta. Konsepnya bukan tempat duduk seperti di Sentra Sae Rassa, tapi nanti semacam panggung, tapi pendek gitu. Semoga dengan ini, pedagang dan pembeli bisa nyaman, dan tempat itu bisa ramai,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (10/7/2024).

Baca Juga:  APHT di Pamekasan Rutin “Disuntik” Anggaran Meski Izin Produksi Tidak Tuntas, 2026 Dapat Rp550 Juta

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Cabang Pamekasan Nur Faisal menilai, langkah pemkab untuk menambah fasilitas di kawasan sentra terkesan buang-buang anggaran. Harusnya, kata dia, saat ini pemerintah fokus pada solusi bagaimana cara membuat tempat tersebut diminati oleh pedagang. Sebab, sejak diresmikan pada awal tahun 2023 lalu, sentra PKL di Jalan Kesehatan tersebut masih sepi peminat. Sehingga, dia mempertanyakan asas manfaat dan efektivitas dari penambahan fasilitas itu.

“Harusnya mencari cara dulu agar sentra itu ramai ditempati. Kalau tidak ada yang mau menempati, percuma menambah fasilitas. Jangan fokus pada penyerapan anggaran saja,”  tegasnya.

Baca Juga:  Satgas MBG Pamekasan Perketat Pengawasan, Sejumlah SPPG Masih Terkendala IPAL dan Izin

Menurut Faisal, yang perlu dilakukan pemkab saat ini adalah melakukan evaluasi dan mencari solusi atas pemanfaatan sentra PKL, dengan melibatkan PKL yang bersangkutan. Selain itu, juga perlu dilakukan pelatihan keterampilan bagi PKL.

“Selama ini, di sentra itu, efek ekonomi kepada PKL tidak ada. Kalaupun PKL tidak menempati di sana, jangan dibiarkan begitu saja. Tapi lakukan evaluasi dan cari solusi dengan melibatkan PKL,” tukasnya.

Untuk diketahui, sentra PKL di eks RSUD itu tidak diminati oleh pedagang lantaran  konsep kios dianggap tidak strategis dengan kebutuhan para PKL.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *