KABAR MADURA | Polemik SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Sampang, kian mengemuka. Fakta terbaru mengungkap bahwa sekolah tersebut diduga telah bermasalah sejak tahun 2023, namun hingga kini masih tercatat aktif dan tetap menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Madura, sejak 2023, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Batuporo Timur 1 tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebagian besar siswa disebut tidak lagi mengikuti pembelajaran di sekolah tersebut dan justru belajar di lembaga pendidikan lain, khususnya madrasah di sekitar desa. Meski demikian, secara administrasi sekolah masih tercatat aktif dalam data pokok pendidikan (dapodik).
Status administratif tersebut menjadi dasar pencairan dana BOS yang bersumber dari APBN. Ironisnya, meski KBM nyaris tidak berjalan, SDN Batuporo Timur 1 tetap menerima dana BOS, yang sejatinya dialokasikan untuk menunjang operasional sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta kebutuhan peserta didik dan tenaga pendidik.
Tidak hanya itu, sekolah tersebut juga tercatat sebagai penerima program MBG. Penyaluran MBG ke sekolah yang tidak memiliki aktivitas belajar mengajar menimbulkan dugaan lemahnya verifikasi data penerima dan pengawasan di tingkat pelaksana program.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiyawan mengatakan, sejauh ini belum ada laporan yang dia terima terkait kondisi SDN Batuporo Timur 1, pihaknya mengaku baru mendengar kabar dari pemberitaan.
“Kalau ada laporan pasti secepatnya kami selesaikan, kami justru mengetahui kondisi sekolah dari pemberitaan masyarakat,” katanya, Senin (26/1/2026).
Terkait persoalan dugaan penggunaan dana BOS yang tidak tepat sasaran, pihaknya berkomitmen akan memproses kepala sekolah dan guru yang bertugas di sekolah tersebut.
“Kalau tidak pernah melapor ke dinas, sementara di lapangan tidak ada KBM tapi dana BOS tetap dicairkan, itu salah. Kepala sekolah dan guru harus diproses,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sampang Nur Alam belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan. (yan/waw)





