Sepanjang Operasi Cukai 2022, Pengedar Rokok Ilegal Lokal Madura Lolos

Headline, News45 views

KABARAMADURA.ID | PAMEKASAN-Sepanjang tahun 2022, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menjerat lima orang dalam kasus peredaran rokok ilegal. Sayangnya, kelimanya bukan pelaku yang mengedarkan rokok ilegal asal Madura. Mereka mendatangkan rokok batangan dari luar Madura kemudian dikemas di Madura, lalu diedarkan kembali ke luar Madura. 

 Kelimanya telah diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan. Namun terdapat empat terdakwa yang melakukan upaya banding hingga kasasi.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pamekasan Ginung Pratidina menyampaikan, pada tahun 2022, satu dari lima kasus yang sudah inkrah, barang buktinya sudah dimusnahkan. Terpidananya juga sudah menjalani hukuman.

“Mereka yang melakukan kasasi tidak terima dengan putusan PN Pamekasan, kemudian upaya hukum banding ternyata menguatkan putusan PN Pamekasan, kemudian mereka mencoba upaya kasasi,” paparnya, Senin (16/1/2023).

Dalam putusan pengadilan tingkat pertama, para terdakwa divonis satu tahun hingga dua tahun penjara. Dasar sanksi hukumnya berasal dari potensi kerugian negara atas pengenaan cukai terhadap rokok yang jadi barang bukti kepada tersangka. Penangkapannya dilakukan Polres Pamekasan di tahun 2022 lalu.

Banner Iklan Lowongan Kerja
Baca Juga:  Titik Kritis Ditemukan, PLN Percepat Eksekusi Perbaikan Potensi Gangguan

Dari hasil persidangan, terungkap bahwa mereka mendatangkan rokok batangan dari luar Pamekasan, kemudian melakukan pengemasan dan pemasaran. Tetapi pemasaranya dikirim ke luar Madura. Besar dugaan, mereka sengaja memanfaatkan rokok produksi  Madura yang dikenal memiliki aroma khas.

“Perkara yang diajukan tidak satu pun rokok yang berasal dari pabrik rokok yang berasal dari Pamekasan,” ujarnya.

Sedangkan di tahun 2023, sudah ada satu kasus rokok ilegal yang diproses. Hal itu berdasar Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura.

“Hasil penangkapannya dari Polres Pamekasan, sudah tersangka, berkasnya belum jadi, baru dapat satu mingguan prosesnya,” ulasnya.

Pada akhir 2022 lalu, Kantor Bea Cukai Madura bersama sejumlah instansi Pemkab Pamekasan juga menyita sedikitnya 25 merek rokok tanpa pita cukai yang beredar di Pamekasan. Temuan tersebut berasal dari 130 desa yang menjadi sasaran lokasi operasi di Pamekasan.

Baca Juga:  Viral Video Represif Kepolisian Bubarkan Pelatihan Kurikulum Merdeka Guru Paud di Pamekasan

Sedangkan dari operasi di empat kabupaten di Madura yang digelar sejak 15 November 2022 itu, tim gabungan dari Kantor Bea Cukai dan instansi empat pemkab di Madura berhasil menyita 11.711.409 batang rokok ilegal. Jika diuangkan, nilainya diperkirakan Rp13,2 miliar.

Selain itu, Kantor Bea Cukai Madura juga berhasil menyita 1.382.000 batang rokok tanpa pita cukai di Pamekasan. Rokok ilegal tersebut akan dikirim ke luar Madura menggunakan jasa pengiriman barang. 

Dalam operasi cukai tersebut, terdapat enam orang yang sempat diamankan dan diproses hukum. Namun yang berlanjut hingga pengadilan hanya lima orang.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

Banner Kabar Sastra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *