Pandangan para tokoh NU memberikan landasan normatif yang kuat. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa kekuatan ulama dan umat terletak pada keikhlasan dan kemandirian moral. KH. Ahmad Siddiq menempatkan NU sebagai penjaga keseimbangan antara agama dan kebangsaan. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melihat NU sebagai kekuatan kultural yang harus berani bersikap kritis terhadap kekuasaan demi kemanusiaan. Dalam konteks Pamekasan, warisan pemikiran ini menuntut konferensi cabang yang tidak terjebak pada kontestasi personal, tetapi berorientasi pada visi peradaban lokal yang berkeadilan.
Direktur IBS PKMKK
Popularitas Tanpa Nurani: Kritik Filosofis atas Kepemimpinan Akademik yang Menyengsarakan
Islam memandang ilmu sebagai jalan pembebasan, bukan penindasan. Oleh karena itu, pemimpin lembaga pendidikan dituntut memiliki fiqh al-waqi’, yakni pemahaman kontekstual atas realitas manusia yang dipimpinnya. Kebijakan yang terlalu rumit menunjukkan kegagalan memahami realitas psikososial civitas akademika. Kebijakan pendidikan harus menjaga akal (hifz al-‘aql) dan jiwa (hifz al-nafs). Jika kebijakan justru merusak keduanya melalui tekanan administratif dan ketidakpastian, maka ia kehilangan legitimasi etis.
IBS PKMKK Tawarkan Beasiswa dan Program Orang Tua Asuh untuk Anak Muslim Thailand
Direktur Utama IBS PKMKK, Dr. KH. Achmad Muhlis, MA, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak Muslim Thailand belajar Islam secara komprehensif dan integratif, dengan pendekatan yang memadukan agama, sains, dan teknologi.
Seriusi Isu Kekerasan dan Kesehatan, Inilah SOP IBS PKMKK
Isu kesehatan dan kekerasan di lembaga pendidikan mampu dinetralisir di pesantren yang dinakhodai Ketua Senat UIN Madura KH. Dr. Achmad Muhlis itu. Yakni, dengan menghadirkan Standard Operating Procedure (SOP).
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








