Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan tiga pesan penting yang diharapkan lahir dari pelaksanaan lomba tersebut.
Harjad Pamekasan
Upacara Harjad Pamekasan Penuh Nuansa Lokal, Bupati Minta Masyarakat Tidak Lupa Sejarah
Upacara Peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan berlangsung khidmat di Mandhapa Agung Ronggosukowati dengan nuansa kental budaya Madura. Bupati KH. Kholilurrahman menegaskan pentingnya pelestarian bahasa engghi bunten sebagai identitas lokal dan ajakan mengenang sejarah Pamekasan.
Festival Musik Daul, Wujud Pelestarian Budaya Madura di Harjad Pamekasan
Festival Musik Daul di Monumen Arek Lancor meriahkan Harjad ke-495 Pamekasan. Kegiatan ini menjadi langkah Pemkab Pamekasan untuk mengusulkan musik daul sebagai warisan budaya tak benda Indonesia 2026.
Filosofis, Ini Makna 3 Elemen Logo Harjad Pamekasan ke-495
Logo Hari Jadi (Harjad) Pamekasan ke-495 mengandung tiga elemen utama, api, air, dan daun tembakau, yang merepresentasikan semangat, budaya, serta potensi alam masyarakat Pamekasan. Simak makna filosofisnya di sini.
Kembali tidak Meriah, Perayaan Harjad Pamekasan Tahun Ini Fokus Upacara dan Haul
Perayaan Hari Jadi (Harjad) Pamekasan kembali tidak meriah untuk kedua kalinya. Pada tahun 2023, perayaannya hanya difokuskan terhadap dua kegiatan. Yakni, upacara dan haul Ronggosukowati.
Peringatan Harjad Pamekasan Harus Disesuaikan dengan Jadwal Pemilu
Rencana rangkaian peringatan hari jadi (Harjad) Pamekasan tahun ini belum dirancang. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Kusairi.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










