Ketersediaan penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Kota Keris butuh penambahan. Jika idealnya setiap bisa mengkaver tiga sampai empat desa, saat ini, satu penyuluh harus mengkaver wilayah lebih dari itu. Kondisinya, hanya ada 17 penyuluh dan harus mengkaver 330 desa di Sumenep.
Penyuluh KB
Kabupaten Sumenep sudah Puluhan Tahun Kekurangan Penyuluh KB
Kekurangan penyuluh program Keluarga Berencana (KB) di Sumenep membuat bingung pihak Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep.
Program KKBPK di Sumenep Terganjal Ketersediaan Penyuluh KB
Janji penambahan penyuluh Keluarga Berencana (KB) hingga saat ini belum terpenuhi. Padahal ketersediaan penyuluh KB cukup berdampak terhadap pelayanan di lapangan. Terutama terhadap pengelolaan pada program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Sami’oeddin, Senin (4/12/2023).
Minim Tenaga, Cakupan Kerja Penyuluh KB di Sumenep Berlipat-lipat
Jumlah penyuluh program Keluarga Berencana (KB) masih jauh dari kata ideal. Faktanya, ketersediaan penyuluh hanya 17 orang. Sedangkan di Kabupaten Sumenep mencapai 332 desa.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








