HMI di Usia 79 Tahun: Meneguhkan Nilai, Menjawab Zaman

Memasuki usia ke-79, HMI berada di persimpangan antara meneguhkan nilai dasar dan menjawab tantangan zaman. Opini ini mengulas pentingnya revitalisasi tradisi intelektual HMI agar tetap relevan, kritis, dan berkontribusi bagi demokrasi serta keadilan sosial di Indonesia.

Kemandirian sebagai Etos, Kualitas sebagai Amanah Refleksi Akademik Menjelang Konferensi Cabang NU Pamekasan

Pandangan para tokoh NU memberikan landasan normatif yang kuat. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa kekuatan ulama dan umat terletak pada keikhlasan dan kemandirian moral. KH. Ahmad Siddiq menempatkan NU sebagai penjaga keseimbangan antara agama dan kebangsaan. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melihat NU sebagai kekuatan kultural yang harus berani bersikap kritis terhadap kekuasaan demi kemanusiaan. Dalam konteks Pamekasan, warisan pemikiran ini menuntut konferensi cabang yang tidak terjebak pada kontestasi personal, tetapi berorientasi pada visi peradaban lokal yang berkeadilan.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.