KABAR MADURA | Pakar politik Prof Zainuddin Syarif menilai, deklarasi dukungan yang diprakarsai Paguyuban Masyarakat Ronggosukowati (PMR) Pamekasan menjadi salah satu indikator kekuatan dalam memuluskan perjalanan karir politik Achmad Baidowi menjadi bupati Pamekasan.
Dikatakan, banyak indikator penerimaan figur bakal calon oleh masyarakat, namun deklarasi dukungan menjadi salah satunya. Hal itu bisa dinilai berdasarkan dedikasi yang sudah dilakukan figur tersebut sebelumnya.
“Baidowi itu bukan hanya diakui dengan perolehan suara sangat banyak tetapi memiliki magic pesona di kalangan muda. Di kalangan kelompok generasi tua, Baidowi diakui alumni pesantren yang religiusitas tidak diragukan. Selama jadi anggota DPR RI banyak kontribusi, seperti pemberdayaan madrasah, pesantren dan beberapa program lainnya,” papar Prof Zainuddin, Minggu (9/6/2024).
Guru besar bidang pemikiran politik Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu menyampaikan, gerakan politik salah satu figur peserta pilkada harus bisa memulai dengan unjuk kekuatan, karena sangat berdampak pada dinamika politik sebelum hari pemilihan. Selain itu, sebagai penanda keseriusan tokoh yang akan maju sebagai calon bupati kepada masyarakat.
“Deklarasi itu bisa dilakukan, supaya masyarakat bisa menanggapi serius, jangan-jangan dengan munculnya baliho (hanya sekedar pajangan), artinya serius atau tidak,” urainya.
Menurutnya, setiap proses politik terdapat yang like and dislike (suka dan tidak suka), maka tantangannya bagaimana tokoh yang mencalonkan diri sebagai peserta pilkada harus mampu meyakinkan masyarakat, baik dari skala kecil maupun skala besar, termasuk para tokoh masyarakat.
“Perlu ada upaya meyakinkan kepada masyarakat kecil, tokoh masyarakat, aspek psikologis, sosiologis, antropologis, bahwa Achmad Baidowi betul-betul untuk memperjuangkan Pamekasan yang dilandasi oleh sikap religius, smart, dan lainnya,” ungkapnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Wawan A. Husna





