KABAR MADURA | Sebanyak 20 juta batang rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) produksi PR Empat Sekawan Mulia (ESM) resmi diekspor ke Filipina. Pengiriman ini menandai perluasan pasar internasional perusahaan rokok asal Pamekasan tersebut, yang kini telah menembus tiga negara dan ditargetkan bertambah menjadi empat negara pada bulan depan.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kehadiran industri lokal tidak hanya memperluas pasar produk daerah, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam mengurangi tingkat pengangguran di Kota Gerbang Salam.
Dia berharap industri-industri lokal, termasuk perusahaan rokok, dapat terus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat melalui program CSR dan bentuk dukungan lainnya.
“Ini bukan kerja biasa, tapi kerja ekstra. Dampaknya luar biasa untuk peluang ekonomi daerah. Semoga lebih banyak lagi negara-negara yang dijangkau,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).
Dari sisi teknis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan memberikan pendampingan khusus kepada industri rokok lokal. Fasilitasi uji tar dan nikotin serta pembinaan terkait hak paten merek menjadi bagian dari upaya Disperindag dalam memperkuat daya saing industri lokal.
Kepala Disperindag Pamekasan Muharram melalui Plt. Kepala Bidang Perdagangan, Nahrullah menjelaskan, aktivitas ekspor rokok memberi dampak positif bagi masyarakat. Selain mendukung kemajuan ekonomi daerah, ekspor tersebut juga sejalan dengan fokus pembangunan yang menekankan penguatan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan.
“Kegiatan ekspor seperti ini kami harap juga bisa ditiru oleh perusahan-perusahaan rokok lokal lainnya. Karena itu bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Owner PT Empat Sekawan Mulia H. Suhaydi menegaskan, komitmen perusahaannya untuk terus meningkatkan capaian ekspor sebagai bagian dari upaya memajukan industri lokal. Tahun depan, pihaknya menargetkan untuk mulai menjajaki pasar Afrika sekaligus mengekspor produk Sigaret Putih Tangan (SPT).
“Produksi kami tidak pernah menggunakan tembakau impor. Karena kualitas tembakau Madura jauh lebih bagus dan sudah memenuhi kebutuhan produksi kami,” tegasnya. (nur/zul)





