Bupati Fauzi Kagumi Melon Machida, Sumenep Siap Jadi Pusat Smart Farming Madura

Pertanian45 views

KABAR MADURA | Kabupaten Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai daerah pelopor transformasi pertanian berbasis teknologi di Madura. Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan kekagumannya terhadap pengembangan melon dengan metode Machida di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, yang dinilai sebagai model nyata pertanian masa depan.

Saat meninjau langsung kawasan greenhouse hortikultura milik petani milenial setempat, Bupati Fauzi melihat bagaimana teknologi pertanian modern mampu mengubah cara pandang lama terhadap sektor pertanian. Metode Machida, yang berasal dari Jepang, memungkinkan satu batang tanaman melon menghasilkan puluhan buah dengan kualitas seragam dan bernilai jual tinggi.

“Ini bukan sekadar panen melon, ini adalah panen harapan. Saya melihat langsung bagaimana teknologi bisa menjadi jawaban atas tantangan pertanian kita hari ini,” ujar Bupati Fauzi.

Baca Juga:  Sumenep Genjot Desa Cantik, Data Jadi Senjata Pembangunan Tepat Sasaran

Menurutnya, melon Machida yang dikembangkan di Manding memiliki kualitas yang sangat menjanjikan. Tekstur buah renyah, rasa manis seimbang, dan tampilan produk memenuhi standar pasar modern.

“Kualitasnya sangat baik. Ini bukan hanya layak pasar lokal, tapi punya potensi besar menembus pasar yang lebih luas. Inilah bukti bahwa petani Sumenep mampu beradaptasi dengan teknologi,” tegasnya.

Bupati Fauzi menilai, keunggulan metode Machida tidak hanya pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada efisiensi lahan dan kepastian hasil panen. Hal ini menjadi solusi konkret atas persoalan klasik pertanian konvensional yang kerap bergantung pada cuaca dan metode tradisional.

“Pertanian kita tidak boleh terus bergantung pada cara lama. Model seperti ini adalah pertanian presisi yang menjawab tuntutan zaman dan memberi kepastian bagi petani,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Apresiasi E-Book “YUDI THE CONNECTOR”, Dorong Literasi dan SDM Berkualitas

Lebih jauh, Bupati Fauzi menegaskan komitmennya untuk menjadikan kawasan Desa Kasengan sebagai ikon smart farming sekaligus pusat pembelajaran pertanian modern bagi generasi muda Sumenep.

“Saya ingin kawasan ini menjadi pusat smart farming milenial. Lahan yang sebelumnya tidak produktif harus kita ubah menjadi ruang belajar, ruang usaha, dan ruang masa depan bagi anak-anak muda desa,” ungkapnya.

Dia optimistis, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan semangat inovasi petani muda, Sumenep dapat tumbuh sebagai sentra pertanian modern yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan berdaya saing.

“Kalau ini dikembangkan secara serius dan konsisten, Sumenep siap menjadi rujukan smart farming di Madura, bahkan Jawa Timur,” pungkas Bupati Fauzi. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *