Kiai Kholil Kunjungi Pasar 17 Agustus untuk Dengarkan Keluh Kesah Pedagang dan Pembeli

Politik116 views

KABAR MADURA | Calon Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dengan didampingi sejumlah relawan pendukungnya turun langsung ke Pasar 17 Agustus, Kamis (26/9/2024). Kiai Kholil menyapa dan mendengarkan keluh kesah para pedagang dan pembeli.

Kiai Kholil mengatakan, penataan sejumlah pasar tumpah di Pamekasan masih perlu diseriusi, termasuk di Pasar 17 Agustus. Sehingga bisa memberikan kenyamanan, baik bagi pembeli maupun pedagang, dan perputaran ekonomi semakin meningkat.

Apabila terpilih untuk memimpin Pamekasan lima tahun ke depan, Kiai Kholil bertekad akan melakukan pembenahan penataan pasar tradisional.

“Saya bulatkan tekad untuk menata pasar se-Pamekasan, termasuk di dalamnya pasar tumpah dan pasar yang di dalamnya terbiasa crowded (penuh sesak). Nanti akan kami benahi dengan cara ada petugas keamanan di situ, termasuk Satpol PP akan dikerahkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Setelah Sempat Naik, Harga Bahan Pokok Kini Mulai Melandai di Pamekasan

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, penertiban dan penataan penjual serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, harus menjadi prioritas dalam pembenahan pasar tumpah maupun pasar tradisional.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Saya masih ingat saat di pendopo, selama tiga bulan di Pasar Waru, para pedagang bisa dihalau masuk ke dalam. Akan tetapi, lapak dagangannya kami perbaiki, akses masuknya juga bagus, jadi tidak berlumpur. Jadi kalau infrastrukturnya sudah bagus, maka pedagang dan pembelinya akan enjoy,” paparnya.

Kiai Kholil menyebut, kategori pasar modern atau pasar tradisional tidak penting. Namun yang penting adalah penataannya. Maka dari itu, dalam penataan pasar, kepala pasar harus memiliki target yang jelas.

Baca Juga:  Harga Daging Sapi dan Cabai di Pamekasan Naik Jelang Iduladha 1447 H

Selain itu, tambah Kiai Kholil, setiap komitmen yang disepakati bersama dengan para pedagang perlu ditegakkan dengan baik. Kemudian, kepala pasar harus ada kontrak yang jelas dengan Pemkab Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Yang penting penataannya, baik pasar modern atau pasar tradisional. Sekalipun pasar modern dan penataannya tidak bagus, kebersihan dan keindahannya tidak terjaga dengan baik, percuma ada pasar modern. Kalau ada pasar tradisional dengan penataan yang baik, saya kira itu akan lebih menarik,” tukasnya. (rul/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *