Kabar Madura

Remaja, Kekerasan Fisik, dan Jalan Pulang ke Hati: Mencari Akar Spiritualitas yang Hilang

Menurut Robinson (2018), kekerasan remaja lahir dari alienasi sosial dan hilangnya ruang spiritual di tengah masyarakat modern yang kompetitif dan serta materialistis. Remaja tidak sekadar marah, tetapi merasa tak terlihat oleh sistem sosial yang mengutamakan prestasi daripada perasaan. Robinson menyebut perlunya social healing, proses penyembuhan sosial melalui solidaritas, kasih sayang, perhatian dan pendidikan moral yang menumbuhkan makna hidup.

Kegelisahan Akademik; Menanggapi Fenomena Kekerasan Fisik Remaja saat Ini

Dalam konteks pendidikan Islam, kekerasan fisik bukan sekadar penyimpangan perilaku, melainkan cerminan dari ketidakseimbangan jiwa dan hilangnya nilai adab. Sejumlah pemikir besar Islam klasik seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun telah menguraikan prinsip-prinsip mendalam tentang bagaimana transformasi nilai spiritual menjadi kunci pembentukan akhlak dan karakter remaja saat ini.

Seminar dan FGD KEK Tembakau Madura di UINSA Bahas Arah Baru Perekonomian Madura

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Akh. Muzakki, ekonom UINSA Dr. H. M. Syaeful Bahar, M.Si.,Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A,Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, Anggota DPR RI, Eric Hermawan, dan Tim Perumus Naskah Akademik, Dr. Adi Prayitno, perwakilan asosiasi petani tembakau, serta pelaku industri tembakau rakyat dari berbagai kabupaten di Madura.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.