Saatnya Bahasa Madura Mendapat Rumah Akademik

Usulan pembentukan Program Studi Pendidikan Bahasa Madura menjadi langkah penting dalam menjaga identitas budaya, memperkuat pendidikan bahasa daerah, dan menghadirkan Bahasa Madura tetap relevan di era digital dan globalisasi.

Kepergian Sang Bapak Madurologi, Abadinya Spirit Madura

Hal itu diungkapkan oleh Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. Erie Hariyanto. Sebagai sosok yang berinteraksi intens dengan almarhum dalam dua periode penting—yakni tahun 2005–2012 dan 2022–2025—Prof. Erie menyaksikan langsung bagaimana almarhum meletakkan Madura sebagai ruang pengetahuan yang utuh pada level epistemologi.

Tepuk Tangan dan Mutu Pendidikan

Dosen Universitas Madura Muhammad Tauhed Supratman mengkritisi budaya seremoni pendidikan dalam kegiatan Senam Kolosal Anak Indonesia Hebat di Pamekasan yang melibatkan 24.114 siswa demi rekor MURI.

Sang Visioner dari Madura: Mashur Abadi dan Integrasi Bahasa, Budaya, serta Keislaman

Moh. Mashur Abadi, dosen senior UIN Madura yang telah mengabdi sejak tahun 1991, meninggal dunia pada 22 Mei 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, mahasiswa, alumni, serta seluruh civitas akademika UIN Madura. Selama lebih dari tiga dekade pengabdiannya, beliau bukan hanya dikenal sebagai seorang pendidik, melainkan juga pemikir visioner yang berhasil menyatukan pengajaran bahasa asing dengan akar kearifan lokal Madura serta nilai-nilai keislaman yang mendalam. Sosoknya hadir bukan sekadar sebagai pengajar di ruang kuliah, tetapi juga sebagai intelektual yang meletakkan fondasi penting bagi pembangunan paradigma pendidikan bahasa yang beridentitas, berbudaya, dan bernafaskan Islam.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.