Kabar Madura

Popularitas Tanpa Nurani: Kritik Filosofis atas Kepemimpinan Akademik yang Menyengsarakan

Islam memandang ilmu sebagai jalan pembebasan, bukan penindasan. Oleh karena itu, pemimpin lembaga pendidikan dituntut memiliki fiqh al-waqi’, yakni pemahaman kontekstual atas realitas manusia yang dipimpinnya. Kebijakan yang terlalu rumit menunjukkan kegagalan memahami realitas psikososial civitas akademika. Kebijakan pendidikan harus menjaga akal (hifz al-‘aql) dan jiwa (hifz al-nafs). Jika kebijakan justru merusak keduanya melalui tekanan administratif dan ketidakpastian, maka ia kehilangan legitimasi etis.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.