Membaca Ulang Kritik atas Pengetahuan Guru

Opini Moh. Ainu Rizqi menanggapi Prof. Achmad Muhlis soal KMA 1503 Tahun 2025, membahas relasi negara dan guru, kritik epistemik, Kurikulum Cinta, serta kelelahan guru menghadapi perubahan kebijakan pendidikan.

Popularitas Tanpa Nurani: Kritik Filosofis atas Kepemimpinan Akademik yang Menyengsarakan

Islam memandang ilmu sebagai jalan pembebasan, bukan penindasan. Oleh karena itu, pemimpin lembaga pendidikan dituntut memiliki fiqh al-waqi’, yakni pemahaman kontekstual atas realitas manusia yang dipimpinnya. Kebijakan yang terlalu rumit menunjukkan kegagalan memahami realitas psikososial civitas akademika. Kebijakan pendidikan harus menjaga akal (hifz al-‘aql) dan jiwa (hifz al-nafs). Jika kebijakan justru merusak keduanya melalui tekanan administratif dan ketidakpastian, maka ia kehilangan legitimasi etis.

Dari Kitab ke Laptop: Transformasi Kurikulum IBS PKMKK dalam Perspektif Sosiologis

Perubahan zaman selalu menghadirkan ketegangan epistemik antara tradisi dan modernitas. Dalam konteks pendidikan Islam, ketegangan ini tampak jelas pada Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK). Pesantren, yang secara historis berakar kuat pada tradisi kitab dan transmisi keilmuan klasik, kini dihadapkan pada tuntutan era digital yang meniscayakan adaptasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap teknologi.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.