UMKM Mencari Tangga

Izinkan kami bertanya balik, dengan jujur dan terbuka: jika UMKM sedemikian hebat, mengapa begitu banyak pelakunya tetap miskin?

HMI di Usia 79 Tahun: Meneguhkan Nilai, Menjawab Zaman

Memasuki usia ke-79, HMI berada di persimpangan antara meneguhkan nilai dasar dan menjawab tantangan zaman. Opini ini mengulas pentingnya revitalisasi tradisi intelektual HMI agar tetap relevan, kritis, dan berkontribusi bagi demokrasi serta keadilan sosial di Indonesia.

Kemandirian sebagai Etos, Kualitas sebagai Amanah Refleksi Akademik Menjelang Konferensi Cabang NU Pamekasan

Pandangan para tokoh NU memberikan landasan normatif yang kuat. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa kekuatan ulama dan umat terletak pada keikhlasan dan kemandirian moral. KH. Ahmad Siddiq menempatkan NU sebagai penjaga keseimbangan antara agama dan kebangsaan. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melihat NU sebagai kekuatan kultural yang harus berani bersikap kritis terhadap kekuasaan demi kemanusiaan. Dalam konteks Pamekasan, warisan pemikiran ini menuntut konferensi cabang yang tidak terjebak pada kontestasi personal, tetapi berorientasi pada visi peradaban lokal yang berkeadilan.

Pemekaran Pamekasan: Langkah Konkret Menuju Membangun Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Sejak wacana pemekaran daerah hingga pembentukan otonomi baru menguat, diskursus pembangunan lokal tidak lagi sebatas retorika desentralisasi administratif semata. Bagi Pamekasan kabupaten di Pulau Madura yang dikenal dengan budaya, kerajinan lokal dan potensi agrarisnya pemekaran bukan hanya soal pembagian batas administratif, tetapi momentum strategis untuk mengubah pola perkembangan ekonomi berbasis kearifan lokal menjadi lebih produktif dan berdaya saing. Di tengah laju pertumbuhan ekonomi Pamekasan yang positif dengan pertumbuhan 4,88 persen pada 2024 menurut BPS potensi itu belum sepenuhnya terjemahkan menjadi kesejahteraan berkelanjutan dan meningkatkan kemampuan produksi lokal dalam jaringan ekonomi nasional yang lebih luas. 

Etos Carok dan Ketangguhan Industri Kecil dan Menengah

Artikel ini membahas bagaimana nilai budaya carok di Madura dapat direinterpretasi sebagai etos keberanian, tanggung jawab, dan keteguhan, yang berpotensi memperkuat kinerja dan ketangguhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal, serta menjembatani kearifan lokal dengan teori ekonomi modern.

Popularitas Tanpa Nurani: Kritik Filosofis atas Kepemimpinan Akademik yang Menyengsarakan

Islam memandang ilmu sebagai jalan pembebasan, bukan penindasan. Oleh karena itu, pemimpin lembaga pendidikan dituntut memiliki fiqh al-waqi’, yakni pemahaman kontekstual atas realitas manusia yang dipimpinnya. Kebijakan yang terlalu rumit menunjukkan kegagalan memahami realitas psikososial civitas akademika. Kebijakan pendidikan harus menjaga akal (hifz al-‘aql) dan jiwa (hifz al-nafs). Jika kebijakan justru merusak keduanya melalui tekanan administratif dan ketidakpastian, maka ia kehilangan legitimasi etis.

Board of Peace dan Logika Gus Baha’

Sepekan ini kalimat Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian menjadi trending. Banyak sekali yang mengecam. Karena dewan bentukan Donald Trump ini: dari sisi redaksi dan roadmap tidak menguntungkan Palestina. Pun begitu suara di Indonesia. Banyak sekali yang mengecam Prabowo. Yang memutuskan Indonesia bergabung.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.