Pengurangan risiko bencana alam, khususnya banjir dan longsor, tidak dapat hanya bertumpu pada teknologi infrastruktur atau mitigasi fisik semata. Akar kerentanan bersifat ekologis, sosial, psikologis, sekaligus etis, sehingga solusi yang efektif harus mengintegrasikan teoekologi, kesatuan nilai teologis–etis, ekologi, dan konservasi dengan ekonomi sirkular sebagai kerangka praksis dalam membangun ulang relasi manusia–alam.
Opini
Guru Hebat untuk Indonesia: Menyiapkan Calon Guru Profesional dan Berkarakter
Grand design penyiapan calon guru profesional dan berkarakter menjadi kunci transformasi pendidikan Indonesia. Tulisan ini membahas peran LPTK, kurikulum integratif, microteaching, PLP, mentoring, hingga penguatan E-Komunitas Belajar dalam mencetak guru berkompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Guru: Figur Pemersatu, Bukan Pemicu Ketimpangan
Guru idealnya, memberikan kesempatan belajar setara bagi setiap peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, menumbuhkan budaya empati, kebersamaan, dan penghargaan terhadap keberagaman, demi terciptanya keadilan sosial sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional.
Politik Empati: Cara Perempuan Mengubah Wajah Kekuasaan di Indonesia
Esai Usrotul Wafiyah menegaskan pentingnya politik empati dalam membangun hukum dan kekuasaan yang lebih manusiawi. Kehadiran perempuan di parlemen disebut menghadirkan cara baru dalam memimpin—lebih mendengar, memahami, dan menempatkan kemanusiaan sebagai pusat kebijakan.
Memperkuat Budaya Antikorupsi di Dunia Pendidikan
Problematika korupsi di Indonesia sudah menggurita pada semua lini institusi kenegaraan, baik pada ranah birokrasi pemerintahan/eksekutif, lembaga legislatif, lembaga penegak hukum, institusi pendidikan, bahkan pada ranah bantuan sosial (bansos), juga tidak luput dari praktik kejahatan korupsi yang melukai rasa keadilan masyarakat (grass root).
Dari Amal Usaha hingga Filantropi Modern: Jejak Muhammadiyah Memajukan Kesejahteraan Bangsa
Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 tentang kontribusi pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, dan peran civil society dalam memajukan kesejahteraan bangsa.
Etika Non-Transaksional “nyêmbê ê pêttênggãh”: Kepemimpinan Melayani-Pengabdian Tanpa Pamrih
Kehidupan masyarakat Madura yang dikenal menjunjung tinggi prinsip-prinsip dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung pada ungkapan “nyêmbê ê pêttênggãh”, akan menjadi pilar moral yang menegaskan bahwa pengabdian sosial harus dilaksanakan dengan ikhlas, lapang, dan bebas dari kalkulasi imbalan. Ungkapan ini merepresentasikan tindakan etis tanpa syarat, yakni sebuah nilai yang semakin penting dalam dunia sosial-politik saat ini yang cenderung transaksional.
Tômang Kôdûh Ngôkôs: Konsep Food Security Modern
Ungkapan orang madura masa lampau ini, secara bebas dapat dimaknai sebagai“meski sedikit tetap disimpan; meski sempit tetap bekerja”, artinya menghemat hasil panen, memprioritaskan kebutuhan pokok, serta bekerja secara terukur dan taktis, tetap bekerja keras meski hasil sedikit, tetap menyimpan meski rezeki tipis.
Menjaga Asa, Melanjutkan Tradisi: Transformasi Digital dan Nilai Taneyan Lanjeng
Langkah UIN Madura yang berani bertransformasi secara digital tanpa melepaskan akarnya pada nilai-nilai Taneyan Lanjeng, menegaskan bahwa peradaban (ʿumrān) hanya akan bertahan jika memiliki ʿasabiyyah, yakni semangat kebersamaan yang menjaga moral dan solidaritas sosial.
Hari Pahlawan dan Lahirnya Pahlawan Ekonomi di Era Modern
Tulisan Fadali Rahman, Dosen Magister Manajemen Universitas Madura, mengulas makna Hari Pahlawan dalam konteks modern. Kini perjuangan bangsa tidak lagi di medan perang, melainkan di bidang ekonomi melalui semangat inovasi, wirausaha, dan gotong royong para “pahlawan ekonomi” seperti petani, nelayan, buruh, dan pelaku UMKM yang menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa.
Refleksi HUT ke-14 Partai NasDem: Konsisten Membawa Arus Perubahan
Memperingati HUT ke-14, Partai NasDem Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus membawa arus perubahan melalui gerakan restorasi politik yang berkeadaban. Dengan kerja nyata di akar rumput, NasDem menghadirkan politik gagasan, pemberdayaan masyarakat, dan keberpihakan pada rakyat kecil.
- Sebelumnya
- 1
- …
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- …
- 19
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.



















