Santri, Konten Kreator, dan Etika Makna di Tengah Ledakan Budaya Media Sosial

Ledakan budaya digital telah mengubah wajah masyarakat secara radikal. Media sosial bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan arena produksi makna, pembentukan identitas, dan perebutan pengaruh. Dalam konteks inilah kegiatan santri IBS PKMKK dengan tema “Konten Kreator: Mengubah Hobi menjadi Karya Digital yang Edukatif dan Agamis” yang di paparkan oleh Nurul Hikmah, M.Pd, seorang konten kreator @emakbk menawarkan sebuah perspektif penting, bahwa dunia konten tidak harus jatuh pada banalitas, sensasi, dan konflik, tetapi dapat diarahkan menjadi ruang edukasi, dakwah kultural, dan pemersatu sosial.

Santri IBS PKMKK di Persimpangan Zaman Disiplin, Literasi Digital, dan Rekonstruksi Keteladanan di Tengah Perubahan Sosial

Rangkaian kegiatan IBS PKMKK yang melibatkan tokoh sastra-budaya seperti D. Zawawi Imron, pendidik seperti Masyhur Abadi, psikolog Ruki Herawati, aparat penegak hukum, hingga praktisi industri, mencerminkan kesadaran sosiologis bahwa santri hidup dalam realitas sosial yang kompleks. Santri hari ini bukan hanya anggota komunitas religius, tetapi juga warga digital yang berhadapan dengan media sosial, konten instan, cyber crime, judi online, dan narkotika.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.