Bawaslu Pamekasan Baru Bentuk 5 Kampung Bebas Politik Uang

News104 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan baru membentuk lima kampung bebas money politic uang untuk persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Komisioner Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi, menyampaikan, pencegahan terjadinya money politic di masyarakat memang perlu dilakukan tahap demi tahap, karena ini menyangkut pemahaman dan komitmen dari setiap individu. Sehingga untuk mendukung hal itu sudah digagas dan dibentuk kampung bebas politik uang di lima titik. 

“Setelah menyerap informasi dari berbagai proses sosialisasi dan diskusi dengan mahasiswa dan beberapa aktivis di organisasi, money politic pernah terjadi di lapangan, ada yang juga yang berasalan ketidaktahuan masyarakat boleh tidaknya menerima uang untuk proses politik,” paparnya, Selasa (21/11/2023). 

Baca Juga:  PDI Perjuangan Sumenep Bidik 15 Kursi DPRD, Modal 28 Persen Suara Basis NU

Pembentukan kampung anti money politic hasil kerja sama dengan para kepala desa. Lima titik yang sudah berhasil terjalin, di antaranya Desa Bindang, Pademawu Bara, Poto’an Daya, Kelurahan Lawangan Daya, dan Sotaber.

Saidi juga mengaku, untuk mendukung terciptanya iklim anti politik, pihaknya menargetkan dari 13 kecamatan yang ada, minimalnya ada satu titik yang dibentuk, supaya pencegahan money politic semakin massif. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Tak cukup itu, kata Saidi, untuk menekan money politic sudah dilakukan sosialisasi kepada berbagai organisasi kemahasiswaan ataupun pemuda yang aktif di karang taruna desa. Termasuk supaya bisa terlibat menjadi pengawas pemilu partisipatif, sehingga jika terjadi berbagai pelanggaran pemilu, maka bisa segera diinformasikan kepada bawaslu.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Sumenep Bidik 15 Kursi DPRD, Modal 28 Persen Suara Basis NU

“Saya sering ajak mahasiswa dan pemuda menjadi bagian dari mencegah terjadinya money politic, karena itu sangat berbahaya bagi proses demokrasi,” tukasnya. 

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Sule Sulaiman 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *